3 Jenis-Jenis Persalinan

Ibu – ibu hamil tentunya harus siap dalam menghadapi masa persalinan setelah mereka berhasil melewati masa hamil. Masa persalinan ini banyak yang membuat para ibu hamil merasa stress dan bingung dalam bagaimana jika masa persalinan ini telah tiba.

Anda sebenarnya tidak perlu khawatir ketika menjelang masa persalinan, karena dokter kandungan tempat Anda berkonsultasi pasti telah memberitahukan apa saja persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum menjelang masa persalinan tersebut yang salah satunya mempersiapkan tempat bersalin.

Ada 3 jenis persalinan yang bisa Anda pilih sebelum tiba masa persalinan Anda nantinya, yang juga harus Anda tentukan sedini mungkin. 3 jenis persalinan tersebut akan Saya paparkan satu persatu di bawah ini.

1. Persalinan Normal

Inilah jenis persalinan yang paling banyak dipilih oleh para ibu hamil. Persalinan normal ini dilakukan dengan kondisi bayi yang akan dikeluarkan dari rahim ibu hamil melalui mulut vagina, dengan posisi kepala dari bayi muncul pertama, tanpa menggunakan alat bantu, tanpa ada luka yang ditimbulkan pada bayi atau ibunya (kecauli episiotomy).

Waktu yang dibutuhkan dalam proses persalinan dengan normal ini biasanya tidak terlalu lama bahkan kurang dari 24 jam jika kondisi ibu hamil sehat.

Makanya pada saat persalinan para ibu hamil harus mempersiapkan diri dengan beberapa faktor pendukung yang penting yaitu kekuatan dari ibu hamil, kondisi jalan kelahiran dari bayi, dan juga kondisi dari bayi itu sendiri. Semua hal tersebut harus dalam kondisi terbaiknya sehingga tetap sehat sehingga bisa melewati proses persalinan dengan sehat.

2. Persalinan Dibantu Alat

Ada juga tipe persalinan yang bisa dibantu dengan alat. Persalinan dengan jenis ini perlu dilakukan jika kondisi dari ibu hamil sudah tidak mampu lagi mengejan yang menyebabkan bayi tidak maju atau tidak keluar dari rahim sehingga proses persalinan terhenti. Jika hal ini terjadi maka dokter yang menangani ibu hamil ini harus segera menyiapkan alat bantu persalinan yang menggunakan Vakum dan juga Forsep.

Persalinan dibantu Vakum (Ekstrasi Vakum)

Persalinan ini menggunakan teknik seperti vakum cleaner yang memang untuk menyedot bayi keluar. Namun tekanan pada vakum yang digunakan tidak seperti pada vakum pembersih rumah. Cara kerja dari vakum untuk kelahiran bayi ini cukup mudah dan sangatlah sederhana. Vakum tersebut diletaknnya di atas kepala dari bayi, kemudian mesin vakum dinyalakan, sehingga dokter dapat dengan mudah untuk menarik bayi keluar. Namun ini tetap membutuhkan sedikit dorongan dari kekuatan ibu untuk mengejan. Bayi akan ditarik keluar ketika ibu sudah mulai mengejan, sehingga mulut rahim akan lebih mudah terbuka.

Kondisi lain penggunaan vakum pada proses persalinan ini adalah jika ibu mengalami hipertensi (preeklamsia). Karena ibu hamil yang mengalami kondisi ini tidak diperbolehkan untuk mengejan terlalu kuat, karena bisa membuat hipertensinya semakin meningkat bahkan bisa membahayakan proses persalinan. Proses melahirkan dengan menggunakan alat bantu vakum ini memakan waktu paling cepat 45 menit.

Persalinan Dibantu forsep (ekstrasi forsep)

Alat kedua ini adalah forsep, yang merupakan alat bantu persalinan yang terbuat dari logam yang lebih menyerupai bentuk sendok. Jenis persalinan dengan bantuan alat forsep ini bisa digunakan walaupun ibu tidak mengejan sama sekali. Tapi proses kelahiran yang dibantu alat forsep ini sedikit lebih beresiko dibandingkan vakum. Tapi ini penting dilakukan jika kondisi dari ibu hamil serta bayinya dalam keadaan buruk.

Cara kerja dari forsep ini adalah dokter akan menempatkan forsep tersebut di antara kepala bayi kemudian memastikan posisinya telah dan mengunci forsep tersebut. Dengan cara ini kepala bayi akan tercengkram dengan kuat, sehingga ibu tidak perlu mengejan dengan kuat dan dokte dapat menarik bayi keluar. Persalinan dengan bantuan forsep ini biasanya membutuhkan episiotomi.

Efek samping yang ditimbulkan dengan kelahiran bantuan forsep ini adalah dapat terjadi kerusakan saraf ketujuh (nervus fasialis), luka pada wajah dan kepala bayi, serta patah tulang wajah dan juga tengkorak. Jika kondisi tersebut memang terjadi pada bayi maka, itu perlu perawatan dan pengawasan yang lebih efektif lagi dalam masa waktu yang tidak dapat ditentukan tergantung keparahan luka tersebut. Sedangkan pada ibu sendiri akan mengalami luka pada jalan lahir atau pada rahim (rupture uteri).

3. Persalinan dengan operasi sesar

Pilihan dengan metode persalinan caeser ini juga merupakan persalinan yang banyak dipilih oleh ibu hamil yang dalam kondisi sudah sangat parah.

Misalnya ibu hamil mengalami gawat pada janin, jalan lahirnya tertutupi plasenta, hipertensi pada ibu hamil, bayi sungsang atau melintang dimana kepala tidak berada di bagian jalan lahir, dan juga kondisi pendarahan yang hebat saat proses persalinan normal berlangsung.

Tapi ada juga beberapa ibu hamil telah menentukan kondisi persalinan sesar ini agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena lebih efektif tanpa membuat ibu hamil mengeluarkan tenaga lagi dalam mengejan.

Operasi sesar yang dipersiapkan ini biasanya memang telah dipersiapkan oleh para ibu hamil jauh-jauh hari sebelumnya. Jenis operasi sesar yang dipersiapkan seperti ini dikatakan juga operasi sesar efektif.

Ini juga biasanya tergantung dari saran dokter, jika dokter menemukan hal yang ganjal pada ibu hamil seperti kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan melahirkan normal. Ibu hamil yang menderita diabetes, HIV, penyakit jantung, maka operasi sesar ini haruslah dipersiapkan dari awal.

Nah, itulah 3 jenis proses persalinan yang bisa ditempuh ibu hamil dan juga telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Tapi, masih ada juga alternatif lainnya dalam melahirkan namun sepertinya masih sangat jarang dilakukan yaitu dengan melahirkan dalam air. Proses persalinan seperti ini sudah mulai dilakukan dan juga populer di Negara bagian Benua Eropa bahkan sejak tahun 70-an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *