Bolehkah Kita Memakan Aqiqah Sendiri?

bolehkah memakan daging aqiqah sendiri

Bagi yang baru memulai rumah tangga pasti banyak mengalami pengalaman baru. Termasuk dalam memperlakukan anak-anak mereka.

Aqiqah merupakan hal yang sering dipertanyakan oleh orang tua baru. Misalnya pertanyaan berikut ini, yaitu: bolehkah kita memakan hasil aqiqah kita sendiri (atau anak kita)?

Bolehkah ibu yang menyusui si anak memakan hewan aqiqah tersebut?

Pertanyaan ini sering terjadi di masyarakat. Sehingga orang tua menjadi takut ketika mau makan hewan di acara aqiqah anaknya. Apalagi terkadang para ustadz di kampung memberikan jawaban yang berbeda satu sama lain. Hal ini tentu akan mebingungkan masyarakat.

Dalam hal ini Buya Yahya menjelaskan bahwa boleh saja orang tua maupun si anak memakan daging hewan kurban tersebut. Tidak ada larangan khusus yang menjelaskan permasalahan ini.

Pada prinsipnya aqiqah hampir sama dengan qurban. Sehingga dalam hal daging hewan qurban boleh dihadiahkan, disumbangkan, dihidangkan, disedekahkan dan lain sebagainya. Hal ini merujuk pada pendapat Imam Syafii.

Jika merujuk pada ucapan Syaikh Al-Utsaimin, beliau pernah diberi pertanyaan yang serupa. Lalu beliau menjawab seperti ini:

Sebaiknya daging aqiqah dimakan sebagiannya, dan sebagiaannya lagi disedekahkan atau dihadiahkan. Mengenai takarannya seberapa tidak dijelaskan secara khusus.

Bentuk hadiah atau sedekahnya boleh kepada kerabat, tetangga di daerah sendiri atau di daerah lain. Namun alangkah baiknya jika diberikan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.

Seperti yang dilakukan oleh bunayya aqiqah jakarta yang menyediakan layanan penyaluran aqiqah untuk anak yatim atau orang miskin. Hal demikian diharapkan dapat membuat penyaluran daging aqiqah lebih tepat sasaran.

Kemudian, dagingnya boleh dibagikan dalam bentuk masakan ataupun masih dalam bentuk daging. Semuanya sah-sah saja.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua maupun anak yang diaqiqahi boleh memakan daging hasil sembelihan hewan aqiqah sebagian saja. Kemudian memberikan kepada orang lain sebagian besar lainnya.

Setelah membaca artikel ini diharapkan tidak ada lagi kebingungan yang terjadi di masyarakat yang berkaitan dengan bolehkah orang tua dan anak memakan daging aqiqahnya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *